

Nov
08
Rasul saw berkata “Tiga hal yang dicintakan kepadaku di dunia ini dari duniamu, wanita, wewangian dan kenikmatan dalam sholat”. Beliau memulai dengan wanita dan mengakhirkan dengan sholat.
Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria, maka … kecenderungan hati wanita terhadap pria adalah karena wanita tercipta dari tulang rusuknya. Ketika Hawa ‘diambil’ dari Adam, Tuhan mengisi ruang kosong itu(Adam) dengan keinginan terhadapnya(Hawa), sebab eksistensi tidak membiarkan suatu kekosongan. Ketika kekosongan itu diisi dengan 'Hawa', Adam cenderung kepada Hawa, sebagaimana ia cenderung pada dirinya sendiri, sebab Hawa adalah bagian dari dirinya, dan Hawa cenderung terhadap Adam karena Adam adalah tempat asal konfigurasinya. Maka, cinta Hawa adalah cinta akan asalnya, sementara cinta Adam adalah cinta pada dirinya sendiri.
Ketika Allah berfirman “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya” (QS. As Shaad [38]: 72), Tuhan menerangkan, Diri-Nya memiliki kerinduan seperti kerinduan Adam kepada Hawa. Kenapa demikian? Karena ada ruh Allah yang bersemayam dalam tubuh manusia. (Dalam sebuah riwayat, Allah berfirman kepada Daud "Daud, seandainya manusia tahu betapa Aku merindukan mereka untuk kembali, dan betapa Aku bahagia saat mereka bertobat, mereka pasti beramai-ramai mendatangi-Ku dengan perasaan cinta. Daud, ini adalah rindu-Ku terhadap orang-orang yang mau berpikir saja, lantas bagaimana cinta-Ku kepada mereka yang datang menghadap-Ku?")
Jadi, kita memiliki 3 bagian yang tersusun, Allah, pria dan wanita. Manusia(ruh yang Allah tiupkan) rindu kepada Tuhannya yang merupakan asal mulanya, sebagaimana wanita rindu pada pria. Pahamilah.
------------------------------------------------
Ketika Rasul saw bersabda “Tiga hal yang dicintakan kepadaku di dunia ini dari duniamu, wanita, wewangian dan kenikmatan dalam sholat”. Beliau mengatakan “dicintakan” bukan “aku cinta”, ini terjadi karena cinta Rasul adalah untuk Tuhannya. Cinta seperti ini, pada gilirannya akan membuat seorang pria mencintai istrinya, karena dia mencintai istrinya melalui cinta Allah atasnya, menurut pola cara Ilahi.
Jika laki-laki mengarungi kedalaman cinta wanita, maka dia akan menyaksikan Tuhan disana. Kecintaan terhadap perempuan tidak akan menyebabkan kemunduran dan kelemahan. Namun, jika seseorang mendekati wanita hanya karena hawa nafsu, dia tidak akan mengalami dorongan alamiah yang merupakan cinta Ilahi.
Bagaimanapun, sebagaimana semesta ini tidak lain adalah berawal dariNya (seperti wanita berasal dari pria) maka pria dapat merenungkan keberadaan Allah pada wanita dan pada dirinya. Karena, pada wanita, pria dapat merenungkan penghambaan (saat menghamba kepada Allah, manusia dapat meneladani sikap seorang istri dalam melayani dan mematuhi perintah suami) sekaligus penguasaan(saat menguasai, hendaknya manusia mampu meneladani Tuhan dalam mengelola alam semesta). Rasul bersabda “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku (istriku).”
Pada akhirnya, keindahan wanita dapat menjadi petunjuk inti dan terbaik untuk pria dalam mengenal jati dirinya, yang pada gilirannya untuk mengenal Tuhannya.
Rangkuman saya dari Fusus Al Hikam karya Ibnu Arabi (Hikmah Muhammad)
0 Response to Menatap Tuhan Melalui Wanita
Leave a Reply


