Profile

Categories





Tahu kisah Yunus bin Matta? Seorang utusan Alloh yang berlari meninggalkan kaum yang seharusnya dibimbing untuk mengenalNya, dalam pelariannya dia kemudian ditelan seekor paus.



Selama menjalani kehidupan ini, mungkin, beberapa diantara kita pernah berlaku seperti Nabi Yunus a.s, meninggalkan tugas yang tengah di-emban (tugas yang merupakan limpahan dari orang lain ataupun tugas yang muncul dari inisiatif diri sendiri).



Beberapa orang dapat mengenali kesalahannya dengan cepat, beberapa tidak, bahkan ada yang tidak tahu kalau dia telah mencampakkan amanah. Lantas, bagaimana cara agar kita bisa mengetahuinya?



Pertama, bertanyalah pada Penciptamu.

Kedua, milikilah teman diskusi yang bijak. (Bertukar pikiran memang baik, tetapi harus dilakukan dengan bijak, tidak semua orang mampu memberi arahan dengan bijak. Saat memilih teman diskusi, gunakan ukuran milik Alloh, jangan gunakan ego. Jangan karena dia teman akrab, seumuran atau terlihat lebih tua membuatmu terpengaruh)



Setelah memutuskan, tanggung jawab ada pada diri kita. Hidup di dunia ini hanya sekali dan sebentar. Bersikaplah bijak.

(read more ...)





Ketika engkau bertemu dengan orang yang buruk sifatnya bagaimana sikapmu?

Mengejeknya?


Menghinanya?


Memusuhinya?


 


Tidakkah engkau ingat masa lalumu?


Disaat engkau masih seperti mereka?


 


Begitu jugalah keadaan kalian dahulu. Lalu Alloh menganugerahkan nikmatNya atas kalian(An Nisa:94)


 


Siapapun temanmu


Bagaimanapun kondisinya


Bergaullah dengan baik


Doakan, sehingga mereka mendapat petunjuk


 


Sekarang adalah tugasmu untuk membimbingnya


Setelah engkau dibimbing olehNya


 


Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan cara bijaksana dan nasihat yang baik(An Nahl: 26)


 


Agama ini disebarkan dengan kasih sayang


bukan dengan kekerasan


(read more ...)



 Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-6 H. Rasulullah saw bersama para sahabat ra dalam perjalanan menuju Makkah untuk melakukan umroh. Berita bahwa kaum muslimin pergi menuju Makkah terdengar oleh kaum Quraisy dan berusaha menghalangi mereka memasuki Makkah.

 


Rasulullah saw menegaskan bahwa kedatangan kaum muslimin ke Makkah bukan dalam rangka untuk berperang, akhirnya disepakatilah sebuah perjanjian yang dikenal dengan nama “ HUDAIBIYAH” yang isinya jelas-jelas merugikan kaum muslimin.


 


Para sahabat kecewa dan murung. Diantaranya adalah Umar ibn Khaththab ra. Ia mendatangi Rasul saw dan berkata: 


 


"Wahai Rasul, bukankah kita ini berada diatas kebenaran  ? dan mereka diatas kebatilan ?"


 


"Bukankah korban yang mati diantara kita masuk surga ?, dan korban diantara mereka berada di Neraka"


 


Rasul saw menjawab: "Ya, benar"


 


Umar ra kembali bertanya: "Lalu mengapa kita merendahkan agama kita dan kembali, padahal Alloh Ta’ala belum lagi membuat keputusan antara kita dan mereka ?"


 


Rasul saw menjawab: "Wahai Ibnul Khaththab, aku ini Rasulullah (Utusan Alloh) , aku tidak akan mendurhakaiNya . Dan Ia adalah Penolongku, Ia tidak akan menelantarkan aku"


 


Hikmah dari kejadian ini adalah: Adakalanya kebenaran harus mengalah, tidak perlu memaksakan kebenaran. Alloh Maha Mengetahui, teruslah berbuat baik dengan cara yang baik.


(read more ...)



Dalam sebuah riwayat yang cukup panjang Nabi Muhammad saw mendapat pelajaran tentang makna iman, islam, dan ihsan. Nabi menyebutkan bahwa ihsan adalah engkau beribadah kepada Alloh dengan seolah-olah engkau melihatnya. Jika tidak, yakinilah bahwa Alloh melihatmu.

 


Jika Alloh melihat segala perilaku kita, bagaimana kira-kira keadaan kita? Bagaimana perilaku kita? Masih berbuat seenaknya? Pasti kita akan memperindah perilaku dan kondisi kita. Itulah ihsan.


 


"Dia-lah dzat yang telah memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan." (QS. As-Sajdah: 7)


 


 Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rizki yang baik-baik. (QS. Al-Ghafir: 64)


 


Lihatlah dunia ini, bukankah Alloh sangat mampu membuat dunia ini hitam - putih. Tetapi, mengapa DIA menciptakan warna - warni yang indah dipandang mata? Kenapa DIA menciptakan kita dalam bentuk yang sebaik-baiknya?


 


Berbuatlah dengan ihsan, kepada agamamu, kepada orang-tuamu, kepada keluargamu.


Berbuatlah dengan ihsan, ketika engkau bergaul, ketika engkau menikah, ketika engkau memilih tempat tinggal, ketika engkau mendengar, berdebat.


Berbuat ihsan-lah dalam hidup ini.


 


Semoga Alloh merahmati kita


(read more ...)